Berikan Kuliah Umum, KASAD Dudung: Aceh Satu-Satunya Provinsi yang Menyumbang Pesawat untuk Indonesia


Banda Aceh, Gpriority.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurrahman menyebut, rakyat Aceh mempunyai peran yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan.

Tak hanya tenaga dan pikiran, rakyat Aceh menyumbangkan harta mereka demi membantu perjuangan bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.

Hal tersebut di sampaikan Jendral Dudung ketika memberikan kuliah umum kepada seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), pada Kamis, 9/3/2022 kemarin.

Tidak cuma mahasiswa, kuliah umum tersebut juga dihadiri Gubernur Aceh, H. Nova Iriansyah, dan beberapa penjabat penting Aceh lainnya, seperti Wali Nanggroe Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kajati Aceh, dan juga Ketua PKK Aceh.

Di hadapan para Mahasiswa dan pejabat Aceh, KSAD Jenderal Dudung mengaku bangga dapat berkunjung ke Aceh. Untuk itu, Ia menyebut dalam hal ini penting dirinya untuk menyampaikan pesan-pesan kebersamaan dan nasionalisme kepada para mahasiswa.

“Bangsa ini milik bersama, bukan milik sekelompok tertentu. Ingat bahwa semangat pendiri bangsa dalam menyusun dasar negara adalah munculnya kerelaan untuk mementingkan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi,” kata Jenderal Dudung saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Syiah Kuala, Kamis, 9/3/2022, kemarin.

Menurutnya, banyak yang telah di tunjukkan rakyat Aceh dalam hal memberikan sumbangsih dalam perjuangan kemerdekaan bangsa, mulai dari mendukung seluruh biaya operasional Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang semula berkedudukan di Bukit Tinggi, tapi karena alasan keamanan kemudian dipindahkan ke Kutaraja Aceh.

Selain itu, rakyat Aceh juga menyumbangkan 2 pesawat terbang yang kemudian dipakai sebagai ujung tombak perjuangan diplomasi ke luar negeri, yang telah menyuplai kebutuhan pokok operasi perwakilan RI di luar negeri, maupun menerobos blokade udara Belanda dalam perang kemerdekaan RI.

“Satu-satunya Provinsi yang menyumbangkan pesawat adalah Provinsi Aceh. Dan inilah bukti dari nilai-nilai kebangsaan, yang lebih mementingkan kepentingan umum daripada pribadi,” ungkap Dudung

Sebelumnya, Rektor Unsyiah, Profesor Marwan, ketika membuka kegiatan mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kehadiran KSAD Jendral Dudung Abdurrahman di Kampus Unsyiah.

Menurutnya, momen ini menjadi suatu yang sangat istimewa, di mana KSAD menjadi tokoh nasional pertama yang hadir di Unsyiah usai dirinya dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala pada Rabu, 9 Februari 2022 lalu.

“Semoga menjadi awal yang baik bagi kita untuk membesarkan kampus ini, dan bersinergi membangun Indonesia,” kata Profesor Marwan.

Rektor mengatakan, kampus Unsyiah dibangun atas kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Saat itu, kata Marwan, TNI ikut bergotong royong bersama masyarakat Aceh, membersihkan kawasan kampus.

“Rektor Pertama Universitas Syiah Kuala adalah Pangdam Iskandar Muda, Kolonel Muhammad Yasin,” ungkap profesor Marwan.

Marwan menyebut, Unsyiah menjadi contoh miniatur bagaimana keberagaman di Indonesia. Kampus ini mendidik mahasiswa dari seluruh Indonesia termasuk dari Provinsi Papua dan Papua Barat.

” Karena kami menganggap para mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang punya hak yang sama untuk mengenyam pendidikan,” ujarnya.(Zul)