Jakarta,GPriority.com-Tidore Kepulauan merupakan salah satu kota di Provinsi Maluku Utara, yang secara administratif, terdapat delapan kecamatan di Kota Tidore Kepulauan yaitu Kecamatan Tidore Selatan, Kecamatan Tidore, Kecamatan Oba, Kecamatan Oba Utara, Kecamatan Tidore Utara, Kecamatan Tidore Timur, Kecamatan Oba Selatan, dan Kecamatan Oba Tengah.
Menjadi kota terluas ketiga di Indonesia setelah kota Palangka Raya dan Kota Dumai. Secara geografis, Kota Tidore memiliki yang sekaligus dijadikan objek wisata. Ke 11 pulau yang dimaksud: Pulau Tidore, Mare, Maitara, Failonga, Sibu, Woda, Raja, Guratu, Tameng, Joji, dan Taba. Dari 11 pulau tersebut, hanya empat pulau yang berpenghuni yaitu Pulau Tidore, Mare, Maitara, dan sebagian wilayah yang berada di Pulau Halmahera.
Selain destinasi wisata, Kota Tidore Kepulauan memiliki segudang sejarah diantaranya pada era 152. ” Di tahun tersebut kami kedatangan Juan Sebastian Elcano seorang pria berwarga negara Spanyol. Juan melakukan sebuah ekspedisi maritim yang penting bagi Eropa pada abad ke-16 atau lebih dikenal sebagai ekspedisi pelayanan keliling dunia pertama,” ucap Wali Kota Tidore Capt. Ali Ibrahim.
Juan pulalah yang menemukan Tidore sebagai salah satu pusat kawasan rempah dunia dan berhasil membuktikan bahwa bumi itu bulat dengan titik nol berada di Pulau Tidore. Sejarah ini membawa Tidore menjadi anggota organisasi jaringan global yang beranggotakan lebih dari 35 negara.
Menarik sejarah ditemukannya Pulau Tidore, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berencana mengadakan event bertajuk Sail Tidore 2022 yang mana memperkenalkan Tidore dan Maluku Utara kepada internasional serta mensosialiasikannya ke masyarakat dunia.
Mendapat respon positif dari pemerintah pusat, Kemendag bersama Pemkot Tidore melakukan launching Sail Tidore 2022, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Selasa (11/10/2022).
Turut hadir dalam acara tersebut, Mendag Zulkifli Hasan, Menparekraf Sandiaga Uno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Andhika Perkasa, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Wali Kota Tidore Capt. Ibrahim. Sementara Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan hadir secara daring.
Sebagai tuan rumah Mendag Zulhas mengatakan “Sail Tidore 2022 yang digelar pada 24-29 November merupakan rangkaian Sail Indonesia yang ke-12. Dengan sisa waktu yang sangat singkat, Zulkifli berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa melakukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang gelaran Sail Tidore 2022.” Ujar Zulkifli Hasan.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono siap untuk melakukan percepatan infrastruktur.”Saat ini infrastruktur yang sudah terbangun jumlahnya mencapai 70 persen. 30 persen lagi dipastikan selesai sebelum Sail dimulai,” ucap Basuki.
Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan siap membantu mensukseskan Sail Tidore dengan menggelar promosi-promosi dan juga paket menginap lengkap dengan wisata. Sandiaga Uno yakin promosi dan paket bisa menjadi nilai jual di mata masyarakat dunia.
Kemudian, Panglima TNI Andhika Perkasa siap mengamankan pelaksanaan Sail. Menurut Andhika sebagai garda terdepan, TNI turut serta mensukseskan Sail Tidore 2022.
Perhelatan Sail Tidore terbagi menjadi beberapa rangkaian yang telah disusun oleh Panitia Pusat yang diwakilkan oleh Direktur Jenderal Bangda Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi pada rapat koordinasi progress persiapan Sail Tidore 2022 yang berlangsung di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Rabu (9/11/2022).
Bidang international yacht rally dari Kemenparekraf akan mengadakan festival perahu tradisional, diikuti oleh 50 kapal nelayan berukuran 5 GT dengan mengusung tema historical Tidore, juga ada sinergi kemaritiman dari TNI AL yaitu atraksi sailing pass.
Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga Bahari dari Kemendes PDTT telah menyiapkan, pentas seni budaya pada panggung hiburan, pemutaran film, lomba photo under water, tari iolosal 250 orang, dan tambahan senam SKJ pelajar.
Bidang Pameran atau Sail Tidore Expo telah disiapkan oleh Kementerian Perdagangan, baik pameran nasional maupun pameran daerah,” Sementara Kementerian Luar Negeri akan handle Diplomatic Tour. Dan untuk Bidang CSR, aktivitas sosial telah ditangani oleh Kementerian BUMN, Kementerian ESDM.
Bidang acara puncak dari Kemendagri, telah menyiapkan rundown acara puncak mulai dari susunan acara, laporan dan sambutan hingga rangkaian acara berbagai peresmian dan penanaman mangrove,
Sebagai penutup, Abdul Ghani menilai gelaran Sail Tidore 2022 akan berikontribusi membangun pariwisata daerah dan meningkatkan transaksi usaha kecil dan menengah, meningkatkan kesadaran terhadap budaya daerah, dan transportasi wilayah.(DA)
