Profil 6 Desa Peraih ADWI 2022

Jakarta,GPriority.com-Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 telah berakhir, dengan penjurian yang begitu ketat ahirnya terpilih 6 desa wisata yang menjadi jawara (Juara 1) sesuai dengan 5 kategori yang berbeda. Berikut Profil Singkatnya

  1. Desa Wisata Paringan di Tanah Datar, Sumatera Barat (Juara 1 Kategori Desa Wisata Berkembang)
    Desa yang berada di antara kota Batusangkar dan Padang Panjang. Desa ini terletak di lereng Gunung Merapi yang masih aktif.

    Lokasinya yang berada di sekitar 500 hingga 700 mdpl pastinya membuat desa ini terasa sangat sejuk. Selain umur yang sudah tua, ada hal lain yang membuat tempat ini dinobatkan sebagai desa terindah di dunia. Rumah adat atau sering disebut rumah gadang yang masih berdiri kokoh di tanah ini menunjukkan pesona yang luar biasa cantiknya.
  2. Desa Wisata Semen di Blitar, Jawa Timur (Juara 1 Kategori Desa Wisata Maju)
    Desa wisata ini digerakkan oleh para pemuda yang tergabung dalam sebuah Kelompok Pecinta Anggrek sebagai embrio awal organisasi yang bergerak untuk perubahan menuju terwujudnya sebuah Desa Wisata.

    Diawali dari Tim lima sebagai KONSEPTOR bertugas mewujudkan sebuah MASTER PLAN sebagai induk arah tujuan dan target yang dicapai, beserta ACTION PLAN yakni, rencana kerja jangka pendek pertahun, jangka menengah Lima Tahun dan Jangka Panjang 10 – 15 tahun. Yang akan dilaksanakan oleh Tim Sembilan sebagai EKSEKUTOR dengan mewujudkan Masterplan dan menggerakkan Pokja-Pokja (Kelompok Kerja) sesuai dengan kapasitas dan bidangnya masing masing.

    Dari Lima Sekawan dan Sembilan sekawan lahirlah POKDARWIS Desa Wisata Semen sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar Nomor : 556/212.1/409.103/2013 Tentang Pengukuhan Kelompok Sadar Wisata Puspa Jagad Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.

    Adapun latar belakang pendirian Desa WIsata Semen dilatarbelakangi oleh Kemiskinan dan Kebodohan yang dipicu dan dipacu oleh Krisis Moneter tahun 1998 menghasilkan masyarakat berdaya beli rendah hingga menghasilkan keluarga miskin makin hari semakin bertambah, yang dampak ikutannya ada sebagian anak-anak didik harus putus sekolah karena tidak ada biaya hingga memperburuk keadaan kesejahteraan di masyarakat.

    Kekuatan dan Potensi Utama dari Desa Wisata Semen yakni tetap mempertahankan, menjalankan, dan mengembangkan kearifan lokal yang ada di masyarakat desa dengan mengemasnya menjadi sebuah PAKET WISATA baik Paket Wisata Edukasi, Wisata Budaya, Camping Ground dan Outbound, serta Paket Wisata Live In.
  1. Desa Wisata Keris di Sumenep, Jawa Timur (Juara 1 Kategori Daya Tarik Pengunjung)
    Aktifitas pembuatan keris di Desa Aeng Tongtong tentunya tidak lepas dari peninggalan para leluhur yang dulunya juga seorang Empu pembuat keris. Sehingga sampai hari ini pun aktifitas pembuatan keris di Desa Aeng Tongtong tetap berlangsung dan sudah menjadi penghasilan atau mata pencaharian sebagian besar masyarakat di samping bercocok tanam dan lain-lain. Baik mereka yang menjadi pengrajin atau pembuat atau menjadi pedagang keris yang ada di beberapa kota di pulau Jawa, pesananyapun datang silih berganti. Selain melayani pembeli yang menginginkan kerisnya sebagai koleksi, para Mpu juga melayani pembuatan untuk oleh-oleh dibawa pulang ke rumahnya.
  2. Desa Wisata Barania di Sinjai, Sulawesi Selatan (Juara 1 Kategori CHSE)
    Dewi Barania yang identik dengan destinasi wisatanya “Kampoeng Galung” ini sukses meraih juara pertama kategori Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).

    Bupati Sinjai Andi Seto Asapa yang hadir langsung menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut, mengaku sangat bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh Dewi Barania.

    Tidak hanya membanggakan Kabupaten Sinjai, A. Seto menilai Barania telah menjadi icon desa wisata di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebab mempunyai destinasi wisata yang unggul, sehat, bersih dan terjaga kelestarian alamnya.

    “Sangat bangga dan bersyukur atas torehan prestasi yang diraih Desa Barania. Tentunya ini akan memajukan geliat pariwisata di Sinjai, bahkan di Sulawesi Selatan dan tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
  3. Desa Wisata Negeri Hila di Maluku Tengah, Maluku (Juara 1 Kategori Homestay)

    Desa Wisata Negeri Hila terletak di pantai utara Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, dan berjarak sekitar 37 km dari pusat Kota Ambon.

    Tempat tersebut memiliki daya tarik wisata sejarah karena merupakan titik nol dari jalur rempah di Indonesia.

    Desa Wisata Negeri Hila menawarkan keindahan alam, budaya, rumah-rumah adat yang dijaga dengan apik, dan peninggalan bersejarah yakni Benteng Amsterdam peninggalan kolonial.
  1. Desa Wisata Buluh Duri di Serdang Bedagai (Desa Wisata Terfavorit)
    Desa Wisata Buluh Duri menjadi desa wisata terfavorit pilihan netizen dalam ajang Anugerah Desa Wisata 2022 (ADWI 2022). Pengumuman desa wisata terfavorit yang disampaikan Mas Menteri Sandiaga Salahuddin Uno menjadi puncak malam ADWI 2022 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2022) malam.

Desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara itu memperoleh pilihan suara (vote) terbanyak di akun YouTube Kemenparekraf selama 24-28 Oktober 2022, dengan perolehan hingga 140.547 menyukai.

Adapun potensi wisata Serdang Bedagai secara keseluruhan terletak pada keberadaan wisata baharinya, dengan garis pantai sepanjang 55 kilometer.

“Di Kabupaten Serdang Bedagai itu ada wisata bahari, panjang garis pantainya sekitar 55 kilometer, ada juga wistaa arung jeram, wisata kuliner dan wisata budayanya,” ucap Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Serdang Bedagai Anita Pratiwi.

Ia berharap, melalui prestasi di ADWI ini bisa jadi pemicu pariwisata yang lebih baik lagi bagi Kabupaten Serdang Bedagai.(Hs.Foto.dok.Kemenparekraf)