Jakarta,GPriority.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang berupaya untuk mengoptimalkan instruksi Presiden Joko Widodo tentang meningkatkan kompetensi SDM pemerintah dalam menghadapi situasi dan kondisi ekonomi global.
Salah satu cara Kemenperin mewujudkannya adalah dengan menyelenggarakan Kelas Eksekutif bagi para jajarannya mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), para Pejabat Administrator (Eselon III) hingg para Pejabat Fungsional Ahli Madya.
”Kelas ini ditujukan kepada jajaran pimpinan Kemenperin yang wajib memiliki kemampuan dalam membaca data, menganalisis anomali, menginterpretasikan maksud, membuat kebijakan berbasis evidence, menyampaikan kepada pemangku kepentingan, melaksanakan tugas dengan cepat, dan mengevaluasi seluruh proses,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Mengutip dari laman resmi Kemenperin, Menperin Agus Gumiwang membuka langsung Kelas Eksekutif “Future Leaders: Collaboration And Engagement In The Era Of Industrial Revolution” tersebut yang diadakan secara hybrid dari Jakarta, Selasa, (11/10).
Agus menambahkan bahwa Kemenperin menargetkan Indonesia masuk dalam lima besar ekonomi dunia dengan indikator Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD7 triliun, pendapatan perkapita sebesar Rp320 juta/tahun, dan tingkat kemiskinan mendekati 0 (nol) pada 2045, atau 100 tahun sejak Indonesia merdeka.
“Target besar ini harus dikawal, diawasi, dan dikelola secara baik. Bukan hanya mampu membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi juga mampu membuat masyarakat menikmati pelayanan dan menikmati hasil pembangunan,” tambah Agus.
Demi mewujudkan pencapaian tersebut, Kemenperin menuntut perubahan pola kerja serta organisasi yang lebih cekatan, kolaboratif, dan tanpa sekat. Ditambah, harus cepat dalam membuat inovasi serta meninggalkan pola kepemimpinan gaya lama.
Kondisi tersebut mutlak diperlukan untuk menjalankan program dan kebijakan pengembangan sektor industri.(Hn.Kemenperin)
