Mesir, GPriority.com-Selama 13 hari (6-18 November 2022) Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Bupati Kutai Timur (Kutim) H. Ardiansyah Sulaiman menghadiri Climate Change Conference yang digelar di Sharm El Sheikh Kairo, Mesir.
Nampak hadir mendampingi Bupati Ardiansyah, Seskab Kutim Rizali Hadi, Kepala Bappeda Noviari Noor, Kepala BPKAD Teddy Febrian, Kadis Kominfo Perstik Ery Mulyadi, GM PT. KPC Wawan Setiawan yang didampingi Louise serta perwakilan Perusahaan HPH dan Tambang dr. Berau Djohansyah Ramli dan Daniel Basuki.
Sementara Gubernur Isran Noor didampingi Staf Khusus Gubernur Stefy Hakim, Niel Makinunddin, Wahyu Widhi Heranata, Lenny Syafarina, dan Adi Iskandar.
Dalam siaran pers yang dikirim oleh Kadiskominfo Perstik Kutim, kehadiran Gubernur Isran dan Bupati Ardiansyah di Climate Change Conference sebagai delegasi Indonesia sekaligus pembicara.
Sekedar informasi, Climate Change Conference merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh PBB untuk membahas mengenai perubahan iklim global. Acara ini dihadiri oleh seluruh negara anggota PBB termasuk Indonesia. Untuk tahun ini Indonesia mengirimkan delegasi Gubernur Kaltim dan Bupati Kutim.
Saat berbicara di depan publik, Bupati Ardiansyah menyampaikan tentang praktik terbaik mengatasi perubahan Iklim termasuk tantangan yang dihadapi. “Sejumlah tantangan yang dihadapi saat ini seperti kemampuan pemantauan terhadap luas cakupan kawasan hutan Kutai Timur dalam hal kesesuaian antara utilitas zona lahan dan rencana tata ruang, khususnya untuk kawasan hutan lindung dan kawasan penggunaan lahan lainnya. Kemudian pemberdayaan masyarakat dengan transformasi ekonomi khususnya yang ada disekitarnya kawasan lindung, serta Sertifikasi ISPO dan RSPO yang sesuai bagi perkebunan dan korporasi kelapa sawit,” jelas Ardiansyah.
Ardiansyah dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan strategi dan upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi perubahan iklim seperti Deklarasi Yurisdiksi berkelanjutan dalam Produksi Minyak Sawit, serta Pelatihan peningkatan kapasitas untuk pelaporan rencana aksi mitigasi bagi personel unit usaha kecil pemerintah, swasta dan koperasi (difasilitasi oleh GIZ SCPOPF).
“Peraturan tingkat desa yang mencakup kawasan lindung desa dan sejalan dengan rencana tata ruang kabupaten, serta penguatan usaha koperasi skala kecil tentang praktik pertanian yang baik dan pelatihan bagi anggota koperasi usaha kecil dan pekebun untuk memenuhi standar ISPO dan RSPO,” Ucap Bupati Kutim yang disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Indonesia Pavilion COP-27.
Sementara Gubernur Isran Noor menyampaikan bahwa pembangunan IKN berada di hutan produksi, sehingga tidak merusak lingkungan.
Usai menjadi pembicara, Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Ardiansyah seperti dikatakan Kadiskominfo Perstik Kutim Ery Mulyadi menyempatkan diri bertemu dengan 127 pelajar Kalimantan Timur termasuk Kutai Timur yang menempuh pendidikan di Kairo Mesir.
Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa dan pelajar terhadap Gubernur Isran Noor dan Bupati Ardiansyah.
Menutup perbincangan Gubernur Isran Noor dan Bupati Ardiansyah mengajak pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Mesir untuk kembali membangun daerahnya. “SDM handal dibutuhkan di Kaltim dan Kutim. Untuk itulah saya meminta kalian kembali. Saya percaya bersama kalian Kaltim dan Kutim bisa semakin maju,” tutur Isran Noor mengakhiri sambutannya. (Hs. Foto. Diskominfo Perstik Kutim)
