Nusa Dua Bali, Gpriority.com – Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2022 setelah sebelumnya berlangsung pada tahun 2018. Melalui WCCE pemerintah berupaya mengajak negara lain dan organisasi internasional untuk meningkatkan peran ekonomi kreatif pada pencapaian Tujuan Ekonomi Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Dalam Opening Session Friends of Creative Economy WCCE 2022 rabu (5/10) di Nusa Dua Bali, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengharapkan WCCE mampu menghasilkan draft untuk ditindaklanjuti sebagai langkah aksi membangkitkan ekonomi dan pemulihan sektor ekonomi kreatif global. Angela meminta agar para delegasi yang hadir ikut berkolaborasi merumuskan dan menindaklanjuti rumusan pilar aksi yang memetakan prioritas ekonomi kreatif untuk pemulihan global.
Dipaparkannya, paling tidak ada empat subtema yang diharapkan mampu menghasilkan poin penting dalam pemulihan sektor ekonomi kreatif paska pandemi. Diantaranya pertama pertinent issues and progress on creative economy, kedua resilent creative economy for global goals, ketiga global creative economy: whats next? Dan keempat introduction of creative economy roadmap. Angela sendiri meyakini bahwa pertemuan dan diskusi di WCCE 2022 akan membuahkan aksi konkrit yang menjadi mesin penggerak ekonomi global.
Seperti diketahui WCCE 2022 mengangkat tema ‘Inclusively Creative: A Global Recovery’ yang berangkat dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif telah menjadi sektor unggulan karena pertumbuhannya yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir bahkan beberapa subsektor terbukti bertumbuh dengan sangat baik selama pandemi COVID-19 seperti animasi, aplikasi, dan pengembangan permainan. Ekonomi kreatif sendiri merupakan sebuah dimensi ekonomi kontemporer yang tidak memandang perbedaan gender, nir-diskriminasi, dan tidak lagi bergantung pada modal besar.
Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut, para pelaku ekonomi kreatif perlu mendapat pengakuan global atas potensinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh. “Saat seluruh dunia bersiap untuk masuk ke era endemi, dunia perlu secara cepat menemukan jalan untuk memulihkan ekonomi demi menyelamatkan mata pencaharian yang berkelanjutan agar masyarakat dapat pulih dengan tangguh secara cepat. Di sinilah ekonomi kreatif hadir,” ujarnya. (PS/dbs)
