Jakarta, GPriority.com – Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. Pada hari yang juga disebut Hari Kurban ini akan diperingati umat muslim dengan pemotongan hewan kurban, melaksanakan ibadah haji, dan shalat Idul Adha.
Bagi umat muslim yang tidak mampu beribadah haji, maka disunahkan untuk melaksanakan serangkaian ibadah kurban dan shalat Idul Adha. Shalat Idul Adha merupakan merupakan shalat dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau tanah lapang maupun sendiri-sendiri di rumah.
Shalat Idul Adha menurut sebagian besar ulama hukumnya sunnah. Sebagian lainnya, terutama dari kalangan madzhab Hambali berpendapat bahwa shalat Idul Adha hukumnya fardhu kifayah atau penting. Sedangkan ulama madzhab Hanafiyah berpendapat hukumnya wajib fardhu ain atau kewajiban kepada seluruh umat Islam.
Sebelum menjalankan shalat Idul Adha, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan. Selain itu, melaksanakannya pun harus sesuai dengan tata cara shalat Idul Adha, agar shalat yang dilakukan sah dan diterima Allah SWT.
Syarat Sah Shalat Idul Adha
Syarat sah sholat Idul Adha yang harus diamalkan oleh kaum Muslim adalah:
Pertama, shalat Idul Adha dilakukan setelah matahari terbit. Untuk waktu shalatnya sendiri sama seperti melaksanakan sholat dhuha, yakni lebih baik jika dilaksanakan setelah matahari naik seukuran satu tombak sampai dengan waktu zawal.
Menurut mahzab syafiiyah, shalat Idul Adha sebaikanya dilakuan berjamaah di masjid jika bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak.
Kedua, shalat dilaksanakan secara berjamaah. Sebagaimana yang dijelaskan Abu Hasan Ali Al-Bagdadi dalam kitab Al-Iqna fiqh Asy-syafi’i, bahwa sholat Idul Adha hendaknya dilaksanakan baik berjamaah maupun sendiri-sendiri di rumah. Namun, sangat dianjurkan dan diharuskan untuk melakukan sholat berjamaah di masjid atau di lapang terbuka.
Ketiga, ada khutbah. Khutbah dilakukan setelah shalat Idul Adha dan jamaah dianjurkan untuk mendengarkannya.
Rukun Shalat Idula Adha
Selain mengetahui syarat sah shalat Idul Adha, umat muslim juga harus memahami rukun shalatnya. Sebab, rukun shalat merupakan hakikat shalat, yang mana jika salah satunya ditinggalkan, maka secara syar’i shalat dianggap tidak sah.
Adapun rukun melaksanakan shalat Idul Adha adalah sebagai berikut:
Membaca niat shalat
Berdiri bagi orang yang mampu
Takbiratul ihram
Membaca surat Al-Fatihah
Ruku dengan tumaninah
I’tidal dengan tumaninah
Sujud dengan tumaninah
Duduk diantara dua sujud
Duduk pada tahiyat akhir
Baca tahiyat
Solawat
Salam
Tertib (dilakukan secara teratur sesuai urutannya)
Tata Cara Shalat Idul Adha
Pertama, membaca niat shalat Idul Adha.
Ushalli sunnata lil’idil adha rak’ataini (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala.
Artinya: ” Saya berniat sholat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Terkait pelafalan secara lisan niat shalat, sebagian ulama berpendapat bahwa niat harus dibaca, baik lisan dan dalam hati, namun ada juga yang berpendapat bahwa niat cukup dilafalkan dalam hati tanpa berucap. Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Letak niat adalah di hati bukan di lisan. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama kaum muslimin dalam segala macam ibadah termasuk shalat, thoharoh, zakat, haji, puasa, memerdekakan budak, jihad dan lainnya.”
Kedua, takbiratul ihram, yakni mengangkat kedua tangan sambil membaca kalimat takbir “Allahu Akbar”. Takbir dilakukan sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan boleh mengangkat tangan setiap takbir. Di antara setiap takbir, membaca kalimat tasbih:
Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.
Artinya: ” Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar”.
Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al-Fatihah.
Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Quran lainnya. Pada shalat berjamaah, surat-surat setelah Al-Fatihah dibaca oleh imam, sedangkan makmum cukup menyimak.
Kemudian, melakukan ruku’ dengan tuma’ninah.
I’tidal dengan tuma’ninah. Tuma’ninah berarti bersikap tenang dan tidak terburu-buru. Ini juga berlaku untuk sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tasyahud.
Sujud dengan tuma’ninah.
Setelah bersujud, kemudian angkat kepala dan duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
Selanjutnya kembali melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah.
Bangkit dari sujud dan bertakbir lagi. Pada takbir rakaat kedua dilakukan sebanyak 5 kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya.
Membaca surat Al-Fatihah.
Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Sama seperti sebelumnya, makmum cukup menyimak ketika imam membaca surat lainnya.
Ruku’ dengan tuma’ninah.
I’tidal dengan tuma’ninah.
Sujud dengan tuma’ninah.
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
Sujud kedua dengan tuma’ninah.
Duduk tasyahud dengan tuma’ninah, membaca bacaan tasyahud akhir dan melakukan salam.
Setelah melaksanakan shalat Idul Adha disarankan untuk tidak langsung pulang, melainkan ikut berdo’a bersama dan mendengar khutbah hingga selesai. (Vn)
