Sukses di Indonesia’s SDGs Action Awards 2022, Kaltara Siap Dongkrak Indonesia Menjadi Negara Maju

Jakarta, Gpriority.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menganugerahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) dengan penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Provinsi dalam Indonesia’s SDGs Action Awards 2022 yang berlangsung 1-2 Desember 2022. Sejalan dengan isu transisi ekonomi hijau untuk SDGs, Pemprov menegaskan konsep energi hijau Kaltara siap mendongkrak Indonesia menjadi negara maju di 2030.

Berdasarkan surat yang disampaikan dari Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas meyebutkan bahwa hasil penilaian tahap III (presentasi dan wawancara) dengan 5 (lima) besar nominasi finalis dari setiap kategori, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih menjadi salah satu dari 3 (tiga) finalis terbaik untuk kategori Pemerintah Daerah Provinsi dan provinsi Kaltara berhasil meraih posisi Terbaik II.

Penghargaan Terbaik II Kategori Pemerintah Provinsi untuk Kaltara diserahkan langsung Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kepada Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A Paliwang, SH.m M.Hum. Penghargaan tersebut diberikan pemerintah kepada berbagai pihak yang turut andil mendukung pencapaian SDGs. Tema Indonesia’s SDGs Action Awards 2022 itu sendiri ialah “Mendorong Aksi Nyata Transformasi Ekonomi Hijau untuk Mencapai SDGs”, yang mengangkat isu transisi ekonomi hijau untuk pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Hal tersebut identik dengan konsep Energi Hijau yang diusung Pemprov Kaltara bersamaan pembangunan Kawasan Industri Hijau atau Green Industrial Park di Kabupaten Bulungan. Gubernur Zainal optimis kawasan industri hijau di Kaltara bakal turut mendongkrak Indonesia jadi negara maju di 2030. Lewat kawasan industri dengan kebutuhan investasi USD 132 miliar atau setara Rp 1.848 triliun tersebut, pendapatan per kapita Indonesia akan terdongkrak hingga USD 10.000 per kapita. Kawasn industry hijau di Kaltara, Sebut Gubernur, nantinya dapat memproduksi 3 juta mobil listrik per tahun pada 2028 dengan adanya ekosistem bahan baku EV battery di sana.

“Indonesia punya reserve mineral yang bangun ekosistem ini. Ini yang sedang kita bangun. Kita punya lithium, kita besar di nikel ore, natural gas, alumunium, kita punya,” ujarnya. Walau demikian Gubernur Zainal meminta pelaku usaha tetap waspada atas tantangan resesi global pada 2023 mendatang. “Kita juga tentu di 2023 ini akan menghadapi masih makin banyak tantangan dan risiko yang kita manage. Tapi saya percaya, karena Investment itu masih bagus, Indonesia akan steady. Saya yakin,” ucapnya. Gubernur pun memperkirakan di 2045 Indonesia bisa menjadi high income country seiring dengan 100 tahun kemerdekaannya. “Bukan saya peramal ya, tapi saya yakin juga 2045 kita akan menjadi high income country, 100 tahun kita merdeka,” tandasnya. (PS/dbs).