Slogan Anyar Jakarta Mendukung Perpindahan IKN

Jakarta, Gpriority.com – Kelak logo +Jakarta atau PlusJakarta yang bersanding dengan slogan “Sukses Jakarta untuk Indonesia” segera menghiasi sudut kota Jakarta serta pada ragam platform media menggantikan slogan “Kota Kolaborasi. “ Slogan anyar itu dibuat untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur.

Buntut dari ramai dibahasnya perubahan branding +Jakarta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI turun tangan menjelaskan duduk pesoalannya. Sebelumnya ramai dibahas di media sosial slogan “Kota Kolaborasi” yang biasanya bersanding dengan +Jakarta berubah menjadi “Sukses Jakarta untuk Indonesia.” Logo dan slogan baru ditayangkan di LED di kawasan Jakarta serta di konten Pemprov DKI di media sosial.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Raides Aryanto menegaskan Pemprov DKI tidak akan mengganti logo resmi Pemprov DKI, +Jakarta. “Tidak ada logo baru yang menggantikan logo +Jakarta,” jelasnya. Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, akan mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk penggunaan slogan “Sukses Jakarta untuk Indonesia.”

Ditambahkannya perubahan slogan tersebut ditujukan untuk mengajak masyarakat mengantarkan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara, Kaltim. Raides juga mengatakan, perubahan merupakan bagian dari RPD (Rencana Pembangunan Daerah). Terkait slogan Kota Kolaborasi yang ditinggalkan menurutnya semangatnya tetap dilanjutkan dalam RPD 2023-2026. Semangat kolaborasi yang sudah terbangun di Jakarta diarahkan dalam menyelesaikan sejumlah isu strategis lewat berbagai program. Isu strategis itu di antaranya program Ketahanan Terhadap Bencana, Ketahanan Ekonomi Inklusif, Kota Berkelanjutan Berbasis Digital dan Komunitas, Pemerintahan Dinamis dan Transformasi Layanan Publik, Manusia Sehat, Berdaya Saing Setara serta Pemerataan Pembangunan.

RPD 2023-2026 itu disusun agar pemerintah daerah mempunyai landasan kebijakan dan program sesuai amanat Menteri Dalam Negeri RI. Rencana Pembangunan Daerah itu dibuat setelah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Sampai tahun 2024, pelaksanaan RPD akan fokus pada 3 isu prioritas Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono yaitu penanganan kemacetan Jakarta, penanggulangan banjir serta antisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi. (PS/dbs)