Sah, Papua Barat Daya Jadi Provinsi ke-38 di Indonesia

Jakarta,GPriority.com-Jum’at (9/12/2022), Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian meresmikan Papua Barat Daya sebagai Provinsi Baru di Indonesia. “Total ada 38 Provinsi di Indonesia,” ucap Tito Karnavian usai pelantikan yang berlangsung di Kantor Kemendagri, Jakarta.

“Saya Mendagri atas nama Presiden RI dengan ini meresmikan Provinsi Papua Barat Daya. Berdasarkan UU No 29/2022. Semoga tuhan yang maha kuasa meridai kita semua,” kata Tito.

Papua Barat Daya seperti dijelaskan M. Tito Karnavian merupakan pemekaran dari Provinsi Papua Barat. ” Masyarakat sudah sejak lama menyampaikan aspirasi pembentukan Provinsi Papua Barat Daya. Aspirasi masyarakat ini baru bisa direalisasikan pada 2022,” jelas Tito Karnavian.

Ia mengungkapkan, aspirasi tersebut bukan hanya disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tapi juga langsung kepada presiden oleh tokoh-tokoh Papua. Selain aspirasi, kata Tito, juga didapati melalui mekanisme konstitusi yang ada, yaitu ke DPR RI dan ke DPD RI.

Tito menjelaskan, berdasarkan sudut pandang pemerintah pusat, pemekaran Papua perlu dilakukan. Karena Papua memiliki sedikit latar belakang sejarah yakni baru bergabung ke dalam NKRI secara resmi tahun 1969. Itu berakibat pada ketertinggalan pembangunan yang membuat salah satu indeks pembangunan manusianya rendah.

“Oleh karena itu perlu dilakukan pemekaran untuk mempersingkat birokrasi memotong birokrasi-birokrasi yang panjang di tengah medan geografi Papua yang tidak mudah serta persebaran yang sangat tinggi,” tuturnya.

“Kemudian juga kita berharap dengan adanya pemekaran ini percepatan pembangunan yang akan dapat mensejahterakan rakyat Papua terutama orang asli Papua,” jelasnya.

Di hari yang sama, Tito Karnavian melantik Muhammad Masa’ad sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya.

Menurut Tito, Muhammad Masa’ad dipilih sebagai PJ Gubernur Papua Barat selama 1 tahun dikarenakan memiliki karir yang lengkap di pemerintahan. “Harapannya bisa membawa perubahan terutama di birokrasi dan penyiapan pilkada di satu tahun kepemimpinannya sebagai PJ Bupati Papua Barat Daya,” tutur Tito Karnavian.(Hs.Foto.Humas Kemendagri)