Pembangunan Infrastruktur Perkantoran dan Jembatan di Mahulu Selesai Tahun 2022

Jakarta,Gpriority.com-Pembangunan fisik perkantoran Bupati, DPRD dan Bapelitbangda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) selesai pada tahun 2022. Termasuk pembangunan jembatan Long Melaham yang selesai di akhir tahun 2022. Disaat yang sama, Pemkab Mahulu juga tengah mempercepat proses pembangunan Bandara Ujoh Bilang untuk mengatasi keterisoliran wilayah Mahulu.

Pejabat (Pj) Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kabupaten Mahulu, Margono menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur perkantoran di Mahulu telah selesai. Perkantoran yang dibangun Dinas PUPR itu terdiri dari Kantor Bupati terdiri dari 3 lantai, Kantor DPRD terdiri dari 2 lantai dan Kantor Bapelitbangda terdiri dari 2 lantai. Menurutnya kantor yang peletakan batu pertamanya sejak tahun 2019 itu menghabiskan anggaran sekitar Rp331 milyar secara multi years dari tahun 2019 hingga 2022.

Terkait dengan supplai jaringan listrik untuk ketiga kantor tersebut, Margono menerangkan saat ini masih mengandalkan genset yang disiapkan Dinas PUPR. “Intinya, Kantor Bupati, DPRD dan Bapelitbangda belum masuk jaringan listrik PLN. Segala sesuatu alat elektronik yang ada di dalam kantor butuh listrik, sementara genset disiapkan untuk emergency dan back up tenaga saja,” ujarnya. Pembangunan kantor pemerintahan Kabupaten Mahulu dirasa mendesak setelah sebelumnya Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh mengungkapkan kepada Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pada awal September 2021 bahwa beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mahulu harus menyewa rumah-rumah penduduk sebagai lokasi berkantor. Atas dasar itu pihaknya berkomitmen membangun kantor OPD Mahulu.

Selain perkantoran, pembangunan Jembatan Long Melaham juga akan selesai pada tahun ini. Margono mengatakan pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2022. “Kami tengah mengerjakan kelanjutan jembatan menuntaskan pekerjaan tahun lalu. Saat ini progresnya penyambungan jembatan,” cetusnya. Jembatan yang menyerap total anggaran Rp38 milyar dan bersumber dari bantuan pengelolaan provinsi serta APBD itu merupakan infrastruktur darat penyambung Kubar-Mahulu. Dengan berdirinya jembatan Long Melaham diharapkan akses ke Mahulu akan menjadi semakin baik. Efek domino yang diharapkan ialah meningkatnya aktivitas dari dan ke Mahulu.

Untuk meningkatkan akses dari dan ke Mahulu, Pemkab Mahulu juga tengah mempercepat pembangunan bandara Ujoh Bilang. Seperti diketahui rencana pembangunan Ujoh Bilang sudah bergulir sejak 2017 hingga sekarang. Sepanjang itu, Pemkab sudah menyelesaikan 20 dari 21 tahapan yang tertuang dalam Permen Perhubungan RI Nomor PM 64 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Permen Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2014 Tentang Tata Cara dan Prosedur Penetapan Lokasi Bandar Udara. Hingga kini, langkah selanjutnya tinggal menunggu Penlok oleh Kemenhub. Berdasarkan keterangan anggota Komisi V DPR RI dapil Kaltim, Irwan menyebut keberadaan bandara di Mahulu sangat penting karena merupakan daerah perbatasan. “Kalau penloknya bisa dikeluarkan tahun ini, mereka (Pemkab Mahulu) tahun depan akan ada pematangan lahan. Nanti kita baru bicara dana untuk pembangunan bandaranya. Tapi saya pikir penloknya bisa dipercepat,” pungkasnya. Pihak Kemenhub sendiri tengah memproses permohonan tersebut. Setelah penlok ditetapkan nantinya langsung dibuat Memorandum of Understanding (MoU), antara Pemkab Mahulu dan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.MoU ini sebagai payung hukum, agar di dalamnya dituangkan tentang kewenangan pekerjaan Pemkab Mahulu dan Ditjen Perhubungan Udara. (PS)