Jakarta,GPriority.co.id-Kabupaten Konawe dikenal sebagai salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang kaya akan sumber daya alamnya. Tentu saja ini menjadikan investor termasuk China terpincut untuk menanamkan modalnya di sana.
Dalam siaran persnya beberapa waktu yang lalu, Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu akan membangun pabrik baterai lithium di tiga lokasi yang terletak di Kecamatan Routa.
Pembangunan pabrik baterai lithium seluas 500 Ha ini dibenarkan oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK). Sebenarnya Pembangunan bangunan pabrik di kawasan industri nikel tersebut sudah akan dimulai pada tahun 2020. Namun akibat Covid-19, pihak China memutuskan tidak jadi membangunnya. Di tahun 2022, Covid-19 mulai menurun sehingga pihak perusahaan China memutuskan untuk membangun pabrik tersebut. Guna memperlancar proses pembangunan, pihak perusahaan tengah mempersiapkan perizinannya ke KLHK dan Kementerian ATR/BPN,” kata Bupati KSK.
KSK juga mengatakan dengan dibangunnya pabrik ini maka masyarakat Konawe perekonomiannya bisa meningkat, mengingat pihak perusahaan akan memberikan prioritas utama masyarakat Konawe sebagai karyawan. “ Proyek mega industri ini bisa menyerap 16 ribu pekerja. Dengan demikian peluang masyarakat Konawe untuk bekerja di perusahaan tersebut sangat besar,” katanya.
Selain meningkatnya perekonomian masyarakat, KSK juga mengatakan bahwa pembangunan pabrik tersebut semakin membuat Konawe dikenal oleh Indonesia. Mengingat pabrik lithium yang dibangun akan menjadi salah satu pabrik terbesar di Indonesia dan ke-2 di Indonesia Timur.(Hs.Foto.Humas Konawe)
