Menparekraf Berharap Produk Fesyen dan Kuliner Indonesia Digunakan Dalam Ibadah Haji dan Umrah

Jakarta, Gpriority.com – Produk-produk ekonomi kreatif Indonesia semisal fesyen dan kuliner diharapkan semakin banyak digunakan selama proses haji dan umrah. Hal tersebut dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga S. Uno dalam pertemuannya dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Tawfiq Fawzan Al Rabiah.

Pertemuan keduanya berlangsung di sela-sela kegiatan “World Travel and Tourism Council” di Riyadh, Arab Saudi. Pada kesempatan itu Menparekraf Sadiaga S. Uno menyampaikan harapannya agar produk ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya digunakan jamaah asal Indonesia tapi juga jamaah dari seluruh negara di dunia. “Salah satu yang menarik adalah pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, di mana kita menjajaki pentingnya produk-produk ekonomi kreatif Indonesia lebih banyak digunakan dalam prosesi haji dan umrah,” ujarnya dalam rilis yang dikeluarkan Kemenparekraf.

Seperti diketahui, Arab Saudi saat ini tengah berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dengan target mencapai 100 juta per tahun yang di antaranya ditopang oleh kegiatan haji dan umrah. “Ini berarti kebutuhan produk-produk ekonomi kreatif Indonesia mulai dari kuliner, fesyen ini sangat tinggi. Oleh karena itu pertemuan kami ini yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Jakarta menjadi sangat krusial karena beliau juga menginginkan kemitraan yang komprehensif di mana bukan hanya produk-produk Indonesia di bidang kuliner yang bisa dinikmati oleh jamaah Indonesia tapi juga bisa ditawarkan sebagai sarana untuk jamaah dari negara-negara lain dan juga produk-produk fesyen yang bisa menjadi produk unggulan,” imbuhnya.

Ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sendiri saat ini menurut Menparekraf ditopang oleh subsektor fesyen dengan total lebih dari 66 persen. “Karenanya kita juga mendorong beberapa produk suvenir yang bisa ditawarkan masuk dari Indonesia dengan konsep kolaborasi di mana akan ada joint investment untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya,” cetusnya.

Ditambahkannya, pertemuan akan ditindaklanjuti dengan beberapa kegiatan yang mendorong terbukanya peluang pasar dengan target pemerintah meningkatkan ekspor produk ekonomi kreatif hingga di atas 20 persen di 3 sampai 5 tahun ke depan. “Sehingga akan mencapai target total 30 miliar dolar AS, dan ini menjadi salah satu pencetus dan pemicu terciptanya 700 ribu lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif di tahun 2022,” pungkasnya. (PS/dbs)