Mengenal Intermittent Fasting, Jenis Diet dengan Segudang Manfaatnya

Jakarta,GPriority.com – Intermittent fasting merupakan salah satu jenis diet dengan cara berpuasa. Intermittent fasting mengharuskan kita untuk mengatur pola makan selama beberapa waktu, biasanya antara 12 sampai 40 jam, tergantung kemampuan diri.

Perlu diketahui, rentang waktu tersebut adalah waktu yang diizinkan untuk mengonsumsi makanan. Oleh karena itu, banyak orang tertarik untuk melakukan diet ini karena bebas mengatur jam makan sesuai kemampuan dan dianggap tidak menyiksa.

Berdasarkan sumber lain, diet intermittent fasting memiliki beberapa metode agar tujuan dan manfaat melakukan diet ini berhasil seperti halnya dengan tetap hidup sehat dan menjaga bentuk tubuh ideal.

Selain bertujuan untuk tetap sehat dan menjaga bentuk tubuh ideal, diet intermittent fasting juga memiliki beberapa manfaat lain, diantaranya:

  1. Mengubah fungsi hormon, sel, dan gen
    Ketika sedang dalam rentang waktu melakukan intermittent fasting, ada perubahan yang terjadi dalam tubuh seperti kadar hormon yang membuat lemak lebih mudah diakses dan mendukung mulainya proses perbaikan sel-sel yang penting.
  2. Meningkatkan fungsi otak
    Manfaat diet intermittent fasting lainnya adalah mampu membantu meningkatkan kadar hormon otak yang disebut dengan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Sebagai catatan, kekurangan hormon BDNF dalam jangka panjang dapat memicu munculnya berbagai masalah kesehatan pada otak, seperti depresi.
  3. Mengurangi stres
    Diet intermittent fasting juga memiliki manfaat untuk mengurangi stres. Stres oksidatif merupakan salah satu jenis stres penyebab penuaan dan munculnya berbagai masalah kesehatan.
  4. Menjaga bentuk tubuh tetap ideal
    Secara umum, tujuan diet adalah untuk memiliki tubuh yang ideal. Seperti halnya diet intermittent fasting, artinya kita diharuskan untuk mengelola jam makan sekaligus dengan jumlah yang lebih sedikit.
  5. Meningkatkan sistem metabolisme
    Kesehatan metabolik adalah penanda seberapa baik tubuh dalam memproses atau melakukan metabolisme energi. Biasanya, kondisi sistem metabolisme ini sering diukur dengan tekanan darah, gula darah, dan kadar lemak darah.
  6. Menjaga kesehatan jantung
    Intermittent fasting memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi kolesterol LDL “jahat”, gula darah tinggi, serta peradangan dalam tubuh. Kolesterol tinggi merupakan salah satu penyebab serangan jantung.

Intermittent fasting membantu menginduksi reprogram dari siklus sirkadian tubuh untuk meningkatkan mekanisme metabolisme energi, sehingga dapat memperbaiki gangguan metabolik yang dimiliki sebelumnya. (Hn.)