Mendiagnosa Kanker, Melalui Metode Histopatologi

Jakarta,Gpriority.com-Penyakit kanker merupakan penyakit yang tidak menular ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita. Sel kanker bersifat ganas dan dapat menginvasi serta merusak fungsi jaringan tersebut.

Beberapa penyakit kanker dapat di diagnosis seperti, Kanker Rahim, Kanker Payudara Kanker pada saluran cerna dan jenis Kanker lainnya. Dengan menggunakan metode Histopatologi, dapat membantu dokter dalam menentukan diagnosis penyangkit kanker beserta tingkat keparahannya (stadium kanker).

Di Indonesia sudah ada beberapa rumah sakit memiliki fasilitas pelayanan histopologi yakni, Rumah Sakit Yarsi, RSCM dan lainnya. Meski belum banyak rumah sakit dengan fasilitas histopatologi, kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi terhadap penyakit kanker melalui histopatologi sangat tinggi.

Data Global Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) mencatat total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian sebesar 234.511 kasus dan anggka tersebut terus bertambah hingga saat ini.

Pemeriksaan Histopatologi melibatkan pemeriksaan jaringan sampel di bawah mikroskop. Sampel bisa berupa potongan-potongan kecil jaringan yang diperoleh dari bagian tubuh dengan menggunakan teknik yang disebut biopsy atau sampel yang diambil dari seluruh organ maupun bagian organ yang diambil selama operasi.

Pemeriksaan ini sering dibantu oleh penggunaan Teknik pewarnaan khusus dan tes terkait lainnya, misalnya penggunaan antibodi untuk mengidentifikasi berbagai komponen jaringan pada tubuh.

Lalu untuk hasil dari proses analisis pemeriksaan Histopatologi biasanya diperlukan waktu selama 10-14 hari kerja.(Da).