Jangan Anggap Sepele Anak Terlambat Bicara, Lakukan Cara-Cara Berikut

Jakarta, GPriority.com- Berbicara merupakan salah satu tahapan dalam tumbuh kembang anak yang paling dinanti oleh orang tua. Kendati demikian banyak sekali anak yang mengalami hambatan pada tahap ini atau disebut terlambat bicara (speech delay).

Gangguan ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya karena kekurangan interaksi dan stimulasi pada anak. Kondisi terlambat bicara tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak di tahap-tahap selanjutnya.

Namun para orang tua juga tidak perlu cemas karena speech delay bukan suatu kondisi permanen dan bisa di atasi dengan terapi. Berikut cara mengatasi terlambat bicara pada anak:

Rajin Mengajak Anak Bicara
Sering mengajak anak mengobrol dan bercerita menjadi salah satu cara paling efektif mengatasi speech delay. Ajak anak untuk membahas tentang berbagai hal yang ada di sekitarnya atau hal-hal yang disukai.

Misalnya berdiskusi tentang kartun kesukaan, mainan, kegiatan yang ia lakukan di hari itu, hingga membacakan buku cerita. Meskipun anak belum mampu merespon dengan sempurna, sebaiknya Anda tetap mengajak anak untuk berinteraksi. 

Memberikan Respon Positif
Ketika anak-anak melakukan hal-hal baik atau berhasil mengeluarkan kata-kata baru, Anda bisa memberikan respon yang positif berupa kata-kata pujian.

Sebaiknya tidak cepat mengoreksi kata-kata anak yang pengejaannya keliru. Dengan demikian anak akan bersemangat untuk terus berbicara.

Bernyanyi Bersama
Bernyanyi menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak kecil. Oleh karena itu diperlukan suasana menyanyi yang santai dan menyenangkan. Perdengarkan lagu anak-anak yang memiliki lirik dan nada sederhana.

Anda juga bisa memberikan sedikit tarian pada lagu agar anak semakin antusias. Selain melatih gerak, bernyanyi bersama akan membuat anak memiliki tambahan kosakata.

Mengurangi Penggunaan Gadget
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab terlambat bicara pada anak dipengaruhi penggunaan gadget terus menerus. Sebagian orang tua lebih memilih memberikan gadget sebagai mainan agar anak tidak rewel.

Padahal disadari atau tidak, pola asuh seperti ini berpotensi menghambat kemampuan bicara anak. Orang tua perlu mengurangi penggunaan gadget yang hanya menghasilkan komunikasi satu arah. Sebab untuk melatih kemampuan berbicara memerlukan komunikasi dua arah.

Tidak Mengikuti Kosakata Anak
Cara berbicara anak yang belum sempurna alias cadel memang terdengar lucu, membuat orang dewasa senang mengikutinya. Namun saat memberikan stimulus kepada anak, berbicara semacam ini sebaiknya dihindari.

Gunakan kosakata yang benar untuk memberi pemahaman kepada anak dan membantunya mengucapkan kata-kata dengan benar.

Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa membawa anak ke dokter untuk melakukan terapi medis. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila melihat kejanggalan pada kemampuan berbahasa anak.

Sebab efektivitas dari berbagai terapi medis akan semakin berukurang seiring usia anak yang semakin dewasa. (Vn)