Internet Masuk Desa Melalui Kemitraan Bumdes

Jakarta,GPriority.com-Salah satu program Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Sandi (Diskominfostandia) Mahakam Ulu adalah internet masuk desa.

Program internet masuk desa juga merupakan program unggulan Bupati Mahakam UluBonifasius Belawan Geh, SH., ME,.

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Diskominfostandia yang dipimpin oleh Kadis Kominfostandia Mahulu Markus Wan menyambangi Bakti di Gedung Centennial Tower Lantai 42, Jakarta.

Dijelaskan oleh Guntoro Kepala Bidang Divisi Internet Desa Bakti Kominfo bahwa layanan komunikasi Kemitraan Bumdes ini adalah layanan komersial. Sehingga diharapkan penyelenggara layanan dalam hal ini perangkat desa bisa datang untuk menyelenggarakan layanan tersebut. Namun sayangnya mereka tidak mau datang dikarenakan terkendala biaya operasional dan investasi.

Menyadari hal ini Bakti pun membentuk Kemitraan Bumdes, tujuannya untuk memfasilitasi bagaimana mempertemukan penyelenggara dalam hal ini Bumdes dengan supliernya dalam hal ini pelaku penyelenggara internet. Hasilnya hingga saat ini banyak sekali Bumdes yang berhasil mengelola internet desa. Tak hanya itu dengan hadirnya internet desa pendapatan perekonomian desa pun menjadi meningkat.

Ditemui usai acara, Kadis Kominfostandia Mahulu Markus Wan mengatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Bakti terkait internet masuk desa yang akan dikelola Bumdes. Bahkan dalam pertemuan tersebut Markus Wan sudah meminta perwakilan dari Bakti yang membidangi internet desa untuk hadir ke Mahulu guna memberikan penjelasan. Dengan demikian salah satu Bumdes di Mahulu bisa dijadikan contoh pertama untuk Mahulu sehingga nanti internet yang ada di Mahulu Maksimal.

” Apalagi dalam penjelasannya, Guntoro mengatakan bahwa masuknya internet desa di Mahulu bisa mendapatkan bandwidth sebanyak-banyaknya seusia dengan keinginan kita,” jelas Markus Wan.

Mengenai desa mana yang pertama kali dijadikan proyek percontohan, Markus Wan mengatakan belum bisa memberikan gambaran karena harus berdiskusi dahulu dengan DPMPK. Nanti mereka yang akan merekomendasikan desa mana yang bisa menangkap peluang ini. ” Ini segera ditindaklanjuti karena sangat bagus dan tidak tergantung dengan provider yang ada,” kata Markus Wan.

Markus Wan juga mengatakan kerja sama dengan Bakti terkait internet desa juga sangat bagus karena modalnya tidak besar, hanya 100 juta hingga 150 juta. ” Dan saya yakin masyarakat Mahulu sangat suka dengan program ini,” tutup Markus Wan.(Hs.Foto.Hs)