Harga CPO Naik Tipis, Petani Jambi Ogah Panen, Lantaran Merugi

Jambi,GPriority.com-Menurunnya harga minyak goreng ternyata berimbas kepada petani sawit di Jambi. Karena harga jual Tandan Buah Segar (TBS) Sawit menjadi menurun menjadi Rp.300 per kg.

Pemerintah sendiri menyadari bahwa harga ini lambat laun akan membuat petani mogok kerja. Untuk itulah perintah menaikkan harga TBS menjadi Rp.600 per-kgnya.

Naik sedikit tidak membuat petani senang, justru mereka enggan melakukan kegiatan panen buah sawit di kebun sawit masing-masing.

Ini mereka lakukan karena harga pembelian tandan buah segar (TBS) di tingkat RAM maupun pabrik kelapa sawit (PKS) sudah tidak masuk akal bagi petani sawit.

“Saya tinggal dan berkebun di Desa Bangun Serenteng, Kecamatan Muara Tabir. Dan rata-rata kami petani sawit di desa kami yang sudah gak manen lagi,” kata Sriyanto dikutip dari laman resmi Gabungan Pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) Minggu (26/2022).

Kata dia, percuma dipanen karena para petani sawit malah rugi bila melihat harga pembelian TBS. Rata-rata, ujar Sriyanto, harga pembelian TBS di RAM yang ada di Kecamatan Muara Tabir Rp 600 per kilogram.

Lalu pihak RAM pun dapat tipis saat menjual TBS itu ke PKS, yakni hanya berkisar Rp 800 atau Rp 900 per kg. “Lagian, kalau pun kami panen, pemilik RAM atau pun PKS di Kecamatan Muara Tabir belum tentu mau terima,” ujar Sriyanto.

Kata dia, pembelian tonase TBS dari petani dibatasi karena pemilik RAM pun juga dibatasi oleh pihak PKS. Siklus inilah yang membuat Sriyanto dan para petani sawit di Muara Tabir akhirnya memilih untuk tidak memanen buah sawit.(Hs.Foto.Humas Gapki)