Jakarta, Gpriority.com– Jenis tepung mocaf memang masih kalah populer dibandingkan tepung terigu atau tepung tapioka di Indonesia. Namun bagi mereka yang hobi memasak, khususnya memasak makanan sehat, tepung mocaf biasanya jadi pilihan favorit.
Mocaf merupakan singkatan dari modified of cassava flour atau tepung singkong yang dimodifikasi. Karena pada proses pembuatannya, tepung ini mengalami modifikasi yaitu proses fermentasi oleh mikroba atau enzimatis.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Achmad Subagio adalah orang pertama yang berinisiatif mengembangkan mocaf. Dilansir dari laman DPKP Yogyakarta, Achmad Subagio terinspirasi dari pengolahan kentang di Belanda menjadi beberapa jenis tepung dan pati yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai makanan.
Meski sama-sama terbuat dari singkong, mocaf dan singkong menjalani proses produksi yang berbeda. Tepung singkong yang telah melalui proses hingga menjadi sawut akan langsung dikeringkan, lalu dibuat menjadi tepung.
Sedangkan pada proses pembuatan tepung mocaf, singkong yang telah dipotong-potong menjadi sawut akan difermentasi terlebih dahulu, dicuci, dikeringkan, kemudian digiling.
Mocaf termasuk ke dalam produk edible cassava flour seperti halnya tepung singkong. Mocaf memiliki karakteristik yang spesifik jika dibandingkan dengan tepung singkong pada umumnya. Mocaf memiliki kadar protein yang lebih rendah daripada tepung singkong karena protein berkurang saat proses fermentasi.
Meski demikian, tepung mocaf lebih kaya karbohidrat dan memiliki gelasi yang lebih rendah dibandingkan tepung terigu.
Manfaat Tepung Mocaf
Tepung mocaf disebut lebih sehat untuk dikonsumsi bahkan baik untuk diet gluten dan penderita gerd. Tepung mocaf juga memiliki tingkat konsentrasi pati murni yang lebih rendah sehingga mudah dicerna bagi pemilik masalah pencernaan.
Selain itu, tepung ini juga mulai banyak dilirik karena memiliki nutrisi baik dan kandungan indeks glikemik rendah. Sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.
Gluten Free
Tidak seperti terigu, mocaf tidak mengandung gluten. Oleh karena itu, mocaf aman dikonsumsi bagi penderita celiac disease dan autisme. Celiac disease merupakan penyakit autoimun, di mana penderitanya tidak dapat memakan makanan yang mengandung gluten karena akan menyebabkan sistem imun menyerang usus halus.
Gluten ini juga akan berbahaya bagi penderita asam lambung atau gerd. Karena konsumsi yang berlebihan dapat mengiritasi lambung. Oleh sebab itu, penderita gerd disarankan menghindari konsumsi bahan makanan yang mengandung gluten.
Mudah Difortifikasi
Mocaf memiliki kadar protein yang rendah jika dibandingkan dengan tepung terigu maupun singkong. Akan tetapi, mocaf mudah untuk difortifikasi. Dengan penambahan mikronutrien, mocaf dapat diperkaya dengan berbagai macam zat gizi seperti protein dan vitamin.
Tidak perlu khawatir untuk menggunakan tepung mocaf pada makanan. Sebab, tepung ini berfungsi layaknya pengganti tepung terigu, sehingga cocok dijadikan bahan baku produk olahan pangan. Mocaf bersifat renyat setelah dioven atau digoreng, serta dapat mengentalkan produk. Sangat diperlukan pada produk cream soup, saus tomat dan bubur. (Vn)
