Dampak Buruk Vape Pada Kesehatan Jika Masih Ngeyel

Jakarta, GPriority.com – Sejak awal kemunculan vape atau rokok elektrik, masyarakat kalangan muda hingga dewasa semakin banyak yang beralih dari rokok tembakau seperti kretek atau filter. Salah satu penyebabnya adalah banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Hal ini dikarenakan vape menggunakan cairan yang memiliki rasa tertentu yang dianggap tidak berbahaya seperti tembakau. Lalu, benarkah demikian?

Merangkum dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cairan vape atau liqiud vape tetap mengandung nikotin namun bedanya cairan tersebut dicampur dengan perasa seperti buah-buahan untuk menggugah selera. Tak hanya itu, adapun bahan kimia lainnya yang turut dicampurkan pada produk-produk vape diluar sana. Sehingga dampak penggunaan vape sebenarnya sama dengan rokok tembakau.

Berikut ini bahaya yang disebabkan vape.
1.Menggangu Fungsi Otak Pada Remaja
Masih dari sumber yang sama, efek dari penggunaan nikotin dapat menggangu fungsi otak pada remaja yang sedang dalam masa berkembang hingga usia 25 tahun. Nikotin akan menggangu bagian otak yang mengontrol suasana hati (emosi), pembelajaran, dan kontrol impuls.

2.Kecanduan
Nikotin adalah zat adiktif yang dapat menyebabkan kecanduan bagi penggunanya. Dalam hal ini, pengguna vape akan merasa ketagihan yang berujung pada kecanduan. Banyak studi mengenai nikotin mengatakan bahawa kecanduan nikotin cenderung sulit untuk dilepaskan.

3.Risiko Terkena Penyakit Paru-Paru
Penyakit jantung dan paru-paru merupakan ekfek samping yang sama pada rokok tembakau. Dilansir melalui laman resmi hellosehat, terdapat kandungan zat acrolein, juga digunakan untuk membunuh gulma. Acrolein menyebabkan cedera paru-paru akut dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma. Campuran perasa pada liqiud vape juga ditemukan zat kimia diacetyl yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang serius.

4.Menyebabkan Risiko Penyakit Kardiovaskular (Jantung)
Menurut Andrea MacDonald dan Holly R Middlekauff dalam penelitian “Electronic cigarettes and cardiovascular health: what do we know so far?” mengatakan, nikotin pada vape dapat meningkatkan kadar produksi hormon epinerfin (adrenal). Hormon ini biasanya diproduksi jika tubuh berada dikondisi stres atau terancam. Hormon ini akan memaksa kinerja pompa jantung untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh. Jika dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan penyakit jantung.

Itulah beberapa bahaya rokok elektrik atau vape bagi kesehatan tubuh. Masih ingin terus menghisap vape? Pikirkan lagi bahaya yang mengintai. (Gs)