Capaian Dana Desa dan Prioritasnya di 2023

Jakarta, Gpriority.com – Dalam acara Ngopi Bareng Gus Menteri di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Kalibata Jakarta 3 Oktober 2022 lalu, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar memaparkan capaian Dana Desa serta prioritasnya di tahun 2023.

Dihadapan awak media Menteri PDTT menjelaskan tersalurkannya Dana Desa secara langsung telah meningkatkan sumber pendapatan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi desa. Menurutnya, sumber pendapatan ADD ada tujuh, yakni PADes, bagi bagi hasil pajak dan retribusi daerah, Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bantuan Keuangan Daerah, hibah dan sumbangan tidak mengikat. Menteri PDTT mengatakan, Dana Desa turut meningkatkan sumber pendapatan ADD, dari Rp10 triliun tahun 2014 menjadi Rp35 triliun pada tahun 2022.

Sampai 16 September 2022 juga diketahui untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Dana Desa telah digunakan membangun jalan desa sepanjang 316.590 Kilometer, jembatan sepanjang 1.597.529 meter, pasar desa sebanyak 12.297 unit, tambatan perahu 7.435 Unit, embung 5.430 unit, irigasi sebanyak 501.054 unit, penahanan tanah 213.248 unit serta pembiayaan BUM Desa sebanyak 42.300 kegiatan. Disamping itu, Dana Desa pun telah digunakan membangun fasilitas meningkatkan kualitas hidup masyarakat semisal sarana olah raga sebanyak 65.594 unit, fasilitas air bersih 1.474.544 unit, pembangunan MCK 444.374 unit, Polindes 14.455 unit, Drainase sepanjang 45.775.443 meter, pembiayaan PAUD 66.678 kegiatan, pembangunan Posyandu 42.357 unit dan sumur 126.681 unit.

Pada sisi lain, Dana Desa telah berhasil mengurangi 8.471 Desa Sangat Tertinggal, dari 13.453 desa menjadi 4.982 desa. Kemudian, Desa Tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa. Adapun Desa Berkembang bertambah 11.020 desa, dari 22.882 desa menjadi 33.902 desa. Desa Maju bertambah 16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa. Sementara Desa Mandiri bertambah 6.064 desa, dari 174 desa menjadi 6.238 desa. Yang menggembirakan, Dana Desa juga berhasil meningkatkan minat desa untuk mendirikan BUM Desa guna menggerakkan ekonomi warga dan menambah PADes. Hingga kini menurut berdasarkan data Kementerian PDTT jumlah BUM Desa telah mencapai 60.417. Ditambahkan Menteri PDTT, Sepanjang penyaluran Dana Desa 2015-2021, pendapatan warga desa meningkat 70 persen, dari Rp572.586 per kapita per bulan menjadi Rp 971.445 per kapita per bulan. Kemiskinan di desa, sebut Menteri PDTT juga turun dari 14,21 persen pada 2015 menjadi 12,29% pada 2022.

Terkait proyeksi Dana Desa di tahun 2023, Menteri PDTT pada kesempatan berbeda mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Silaturahmi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia 29 Maret 2022 lalu, pada tahun 2023 maksimal 3 persen dana desa dapat digunakan untuk operasional pemerintah desa. Pada 2023 pula sebanyak-banyaknya 25 persen dana desa juga dapat digunakan untuk kegiatan penanggulangan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem. Di antara berbagai kegiatan, juga dapat berupa BLT Dana Desa. Bahkan Dana desa juga sah digunakan untuk mitigasi dan penanganan bencana alam dan nonalam sesuai kewenangan Desa. Bahkan, sesuai dengan Kepmendesa PDTT Nomor 71 Tahun 2021, musyawarah desa dapat menggali dana talangan sebelum dana desa bisa digunakan, agar warga yang terkena bencana segera tertangani. (PS/dbs)