Jakarta, GPriority.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan suci penuh ampunan, dimana pada bulan ini umat muslim berlomba-lomba dalam mengerjakan ibadah, bahkan sebagian orang mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan olimpiadenya ahli taqwa. Ramadhan juga sering disebut sebagai bulan pendidikan dan pelatihan. Sebab, di dalamnya terdapat latihan-latihan menuju peningkatan spiritual yang akan menghasilkan peningkatan derajat ketakwaan.
Rasulullah SAW. mengatakan dalam suatu Hadits Qudsi, “Puasa adalah benteng. Oleh karena itu, jika seseorang di antara kamu berpuasa maka jangan berkata kotor (rafats), jangan berbuat jahil (berperilaku bodoh). Dan jika seseorang datang memusuhi atau mencaci maki, maka (jangan layani) dan katakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’”. (HR. Bukhari).
Sebagai bulan yang mulia, bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri dibanding dengan bulan lainnya. Keutamaan yang paling ditunggu ialah bertaburnya pahala kebaikan karena setiap amalan kebaikan yang dikerjakan akan dilipatgandakan oleh Allah swt Untuk itu, menyambut bulan Ramadhan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Berikut beberapa tips agar ibadah di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara maksimal.
Melatih diri dengan memperbanyak ibadah sunnah harian pra-Ramadhan
Seringkali kita menyambut Ramadhan tanpa persiapan ataupun latihan sebelumnya, itulah kenapa semangat beribadah di bulan Ramadhan hanya sampai awal bulan saja. Padahal seharusnya, ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kita sudah siap lahir maupun bathin. Ibadah sunnah yang dapat dilakukan yakni dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, seperti istiqomah dalam mengerjakan shalat sunnah dhuha dan menambah rakaat yang tadinya hanya 2 menjadi 4 rakaat. Bisa juga dengan memperbanyak bacaan tilawah Al-Quran, sehingga nanti saat Ramadhan, target-target ibadah sunnah harian dapat tercapai dengan maksimal.
Menghidupkan sensitivitas hati dengan niat untuk beribadah
Terdapat sebuah kaidah yang dijelaskan oleh para ulama, yakni kaidah “seringnya berinteraksi itu bisa mematikan sensitivitas”. Sadar ataupun tidak, seseorang dapat merasa puasa Ramadhan merupakan rutinitas tahunan. Hal yang dianggap rutinitas itu, biasanya tidak lagi berkesan dalam diri seseorang. Jika puasa Ramadhan sudah dianggap sebagai rutinitas tahunan, maka tidak ada lagi kesan dalam hatinya bahwa Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Untuk menghidupkan sensitivitas hati, kita perlu banyak latihan, salah satunya dengan cara berdoa agar Allah senantiasa menghidupkan hati kita dalam rangka beribadah kepada Allah swt. selain itu, berdoa merupakan bentuk komunikasi hamba dengan Allah, serta memohon dan berharap urusannya dapat dikabulkan oleh Allah SWT.
Perbanyak intensitas tilawah Al-Quran
Selain dikenal dengan bulan suci yang mulia, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam yang menjadi panduan hidup terlebih dalam panduan ibadah pemeluknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipat-gandakan menjadi sepuluh kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi). Maka sangat disayangkan jika kita melewatkan bulan Ramadhan tanpa membaca Al-Quran.
Mempersiapkan target harian
Setelah latihan yang sudah disiapkan pra-Ramadhan, alangkah baiknya saat Ramadhan kita memiliki target ibadah agar dapat lebih maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Diantara target ibadah yang dapat dilakukan seperti shalat sunnah rawatib, sunnah dhuha, serta sunnah tahajjud. Memiliki target sedekah harian, target tilawah harian, serta target membaca buku agama dalam rangka menambah ilmu dibulan yang mulia.
Itulah beberapa tips yang dapat kita lakukan sebelum dan saat melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita dapat lebih maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan suci penuh berkah ini. Allahu a’lam bish-showab. (Nad.Foto.Istimewa)
