Awas, Bahaya Hipotensi Dapat Menyebabkan Gagal Ginjal

Jakarta, GPriority.com – Hipotensi atau tekanan darah rendah merupakan kondisi dimana seseorang mengalami tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Dilansir melalui laman resmi alodokter, tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.

Kondisi ini akan menyebabkan penderitanya merasa pusing, mual hingga muntah, lemas, pandangan kabur, linglung, sulit berkonsentrasi, keseimbangan tubuh tidak stabil, dan pingsan.Tekanan darah manusia biasanya mudah berubah tergantung pada aktivitas dan kondisi tiap individu. Namun untuk mendiagnosis secara pasti, perlu dikonsultasikan kepada dokter secara langsung.

Satu jenis hipotensi yang sering dialami oleh tiap orang adalah hipotensi ortostatik/postural. Mengutip penjelasan dari dr. Riko N mengenai hipotensi ortostatik/postural yang disampaikan melalui laman alodokter pada fitur “Tanya Dokter”.“Hipotensi postural disebabkan oleh perubahan posisi tubuh secara mendadak (dari posisi duduk atau jongkok ke posisi berdiri) yang juga dipengaruhi oleh gaya gravitasi, sehingga pada saat berdiri aliran darah ke otak akan berkurang”, kata dr. Rico N di kolom jawaban salah satu penanya di fitur “Tanya Dokter”.Keadaan hipotensi dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.

Beberapa komplikasi diantaranya sebagai berikut

1.Gagal Ginjal

Penurunan aliran darah yang disebabkan oleh tekanan darah rendah dapat memicu kerusakan ginjal. Jika ginjal mengalami kerusakan, maka ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik dan akan berujung pada gagal ginjal.

2. Penyakit Jantung

Tekanan darah rendah dapat menurunkan kemampuan pompa darah pada jantung. Hipotensi ortostatik ringan memiliki potensi menyebabkan penyakit jantung apabila sering terjadi.

3. Stroke

Bukan hanya hipertensi, namun hipotensi juga berpotensi tinggi memicu stroke. Kondisi ini terjadi bila kurangnya suplai aliran darah ke otak yang disebabkan oleh tekanan darah rendah, sehingga sel otak dapat mengalami kerusakan dan mengganggu fungsi otak.

4. Syok

Tubuh akan mengalami syok apabila organ tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Penurunan suplai darah diakibatkan oleh penurunan tekanan darah yang terjadi secara drastis. Syok akibat hipotensi memiliki gejala seperti keringat dingin, denyut jantung cepat tetapi lemah, sesak napas, pucat, hingga menyebabkan pingsan.

Hipotensi sendiri dapat menyerang remaja dan orang dewasa, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor keturunan, penambahan usia, infeksi, kehamilan, dehidrasi, pendarahan, dan konsumsi obat-obatan tertentu. (Gs)