Biak Numfor, GPriority.com-Dalam siaran persnya melalui media sosial beberapa waktu yang lalu, Bupati Biak Numfor, Papua Herry Ario Naap menjelaskan mengenai pernyataannya di Pidato sambutan Hari Bakti 2022 yang digelar di daerahnya.
Menurut Herry, luapan emosi itu bermula dari 3 ketidakadilan yang dilakukan oleh Pemprov Papua. Yang pertama janji anggaran yang akan diberikan Lukas Enembe saat meresmikan Rumah Sakit Umum Pratama Lukas Enembe yang terletak di Biak Numfor.
“Nyatanya sejak peresmian di tahun 2017 hingga saat ini Pemprov Papua belum memberikan bantuan. Kami sudah mensurati Dinas Kesehatan Provinsi namun tidak ada tanggapan sampai saat ini,” jelasnya.
Untuk itulah lanjut Herry dirinya beserta jajarannya melakukan audiensi ke Kementerian terkait seperti PUPR dan Kemenkes. Hasilnya biaya operasional dan bantuan peralatan medis bisa terus berjalan hingga saat ini.
Kedua, Pemkab Biak Numfor menurut Bupati Herry Naap hingga saat ini masih menunggu klaim pembayaran anggaran Kartu Papua Sehat untuk RSUD Biak sebesar Rp18,5 miliar.
“Kartu Papua Sehat telah melayani 34 ribu warga asli Papua dari Kabupaten Supiori, Waropen, kepulauan Yapen hingga Kabupaten Nabire,” ujar Bupati Herry Naap.
Terkait ketidakadilan yang ketiga yakni dana otsus Papua. Herry menjelaskan apa yang diterima selama tiga tahun sejak dirinya menjabat Bupati ( 2019-2022) tidak sesuai dengan ekspektasi. Menurut Bupati Herry Naap, secara rinci di tahun 2019, Pemkab Biak Numfor menerima Rp 32 miliar, 2020 Rp 32 miliar, 2021 Rp32 miliar dan baru di tahun 2022 Rp 123,9 miliar.
Sedangkan dana infrastruktur pada tahun 2021 diterima Rp 10 miliar dan 2022 sebesar Rp 1,5 miliar.
” Setelah dihitung ini tidak sesuai ekspektasi. Untuk itu Pemkab Biak Numfor berharap pemprov dan kepala Bappeda Papua dapat memberikan informasi yang valid terhadap pembagian dana otsus dengan persentase 80:20, Tolong itikad baik Gubernur Lukas Enembe dilaksanakan oleh jajarannya, sehingga kami tidak merasa dianaktirikan,” jelas Herry.
Sementara Tokoh Adat Biak, Daud Korwa, berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Pratama Lukas Enembe di Pulau Numfor.
“ Kami berharap pemerintah provinsi Papua segera merealisasikan perjuangan Bupati Biak dengan menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas di rumah sakit di Numfor. Ini penting mengingat banyak masyarakat Biak yang berobat disana,” ujar Daud menutup perbincangan. (Hs.Foto.dok.Humas Biak)
